elangjalanan.com/ – Salam sobat readers, Ducati Lenovo Team resmi memperkenalkan livery MotoGP 2026 yang akan digunakan oleh juara bertahan Marc Marquez dan rekan setimnya Francesco Bagnaia. Peluncuran ini menjadi sorotan besar karena sekaligus menandai perayaan 100 tahun Ducati di dunia otomotif dan balap motor.
Peluncuran livery terbaru Ducati Desmosedici GP26 dilakukan dalam acara khusus di Madonna di Campiglio, Pegunungan Dolomites, Italia, pada Senin pagi waktu setempat. Desain anyar ini memadukan warna merah khas Ducati dengan sentuhan garis putih, serta nuansa merah yang lebih gelap untuk memberi kesan elegan dan historis.
Ducati Incar Dominasi Gelar MotoGP Berlanjut
Dengan livery baru ini, Marquez dan Bagnaia akan berusaha melanjutkan dominan Ducati di MotoGP, setelah pabrikan asal Italia tersebut meraih gelar juara dunia pembalap selama empat musim beruntun:
-
Francesco Bagnaia (2022, 2023)
-
Jorge Martin (2024)
-
Marc Marquez (2025)
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menjelaskan bahwa desain GP26 terinspirasi dari sejarah panjang Ducati.
“Kami mengambil inspirasi dari warna-warna Ducati di masa lalu. Statistik yang paling membanggakan bagi saya adalah 88 podium beruntun. Itu menjadi motivasi besar untuk terus meraih hasil terbaik. Namun seperti yang selalu dikatakan Gigi, setiap musim dimulai dari nol poin,” ujar Domenicali.
Komentar Marquez dan Bagnaia Soal Livery Baru
Marc Marquez menilai desain motor bukan hanya soal estetika, tetapi juga performa.
“Motor yang cepat selalu terlihat indah. Itu kuncinya. Desainnya sangat keren dan kami akan berusaha tampil maksimal untuk merayakan 100 tahun Ducati,” kata Marquez.
Sementara itu, Francesco Bagnaia menyebut GP26 sebagai motor paling menarik yang pernah ia tunggangi bersama tim pabrikan Ducati.
“Saya bilang ke Claudio, ini motor paling keren sejak saya masuk tim pabrikan pada 2021. Kombinasi merah dan putih benar-benar luar biasa,” ujar Bagnaia.
Marquez Dekatkan Diri ke Rekor Legenda MotoGP
Musim lalu, Marc Marquez tampil luar biasa di musim debutnya bersama tim pabrikan Ducati. Ia sukses meraih 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan Sprint Race dari 18 seri, sebelum cedera bahu kanan memaksanya absen di empat seri terakhir.
Cedera tersebut terjadi di Mandalika setelah bersenggolan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, hanya sepekan usai Marquez memastikan gelar juara dunia di Motegi. Meski begitu, kini Marquez telah menyamai rekor Valentino Rossi dengan tujuh gelar juara dunia kelas utama, dan berpeluang menyamai rekor delapan gelar milik Giacomo Agostini.
Tantangan Berat bagi Bagnaia di MotoGP 2026
Di sisi lain, Francesco Bagnaia menjalani musim 2025 yang kurang konsisten. Masalah pada entry tikungan dan pengereman GP25 membuatnya kesulitan bersaing dengan Marquez. Meski masih mencatat empat kemenangan, performanya naik-turun hingga finis peringkat kelima klasemen akhir.
Musim 2026 pun menjadi ajang pembuktian apakah Ducati telah menemukan solusi atas kendala teknis Bagnaia selama musim dingin.
Musim Terakhir Era Mesin 1000 cc
MotoGP 2026 juga akan menjadi musim terakhir era mesin 1000 cc dan ban Michelin, sebelum regulasi baru 850 cc dan ban Pirelli diberlakukan. Demi efisiensi biaya, pengembangan mesin Ducati, Aprilia, dan KTM telah dibekukan sejak awal 2025.
Marquez dan Bagnaia dijadwalkan turun lintasan dengan livery baru mereka pada tes pramusim MotoGP Sepang, 3–5 Februari, disusul tes kedua di Buriram, sebelum musim resmi dimulai pada 27 Februari–1 Maret.


