elangjalanan.com/ – Salam sobat readers, Studio Sky TV di Milan menjadi saksi peluncuran resmi tim Aprilia Racing untuk musim MotoGP 2026. Dengan livery hitam pekat yang mencolok serta singa Venesia ikonik di fairing, Aprilia menegaskan ambisinya menantang dominasi para rival. Di balik tampilan garang RS-GP26, satu sosok mencuri perhatian: Jorge Martin.
Juara dunia MotoGP asal Spanyol itu siap membuka lembaran baru setelah melalui musim yang berat akibat cedera. Kini, Martin optimistis menatap 2026 dan yakin bisa kembali ke performa terbaiknya.
Musim Dingin Jadi Momen Pemulihan Total
Martin mengungkapkan bahwa masa jeda musim dingin ia manfaatkan sepenuhnya untuk pemulihan.
“Sangat baik. Saya bekerja keras untuk kembali ke kondisi 100 persen. Sekarang saya tidak sabar bekerja dengan motor ini. RS-GP26 terlihat indah dan jauh lebih agresif, apalagi dengan simbol singa di fairing. Saya yakin motor ini akan kompetitif,” ujar Martin.
Filosofi Singa dan Mental Pantang Menyerah
Simbol singa di motor Aprilia bukan sekadar desain. Bagi Martin, itu mencerminkan semangat tim.
“Singa selalu jadi hewan favorit saya. Saat terluka, singa tetap berjuang. Itu seperti saya musim lalu, juga Marco Bezzecchi dan seluruh tim. Kami semua singa. Ini akan jadi musim yang tepat untuk bersinar kembali.”
Belajar dari Musim Sulit
Musim lalu, Martin datang dengan harapan besar, namun cedera membuat segalanya berubah. Kini, ia menekankan pentingnya kesiapan mental.
“Saat hidup sedang sulit, keraguan pasti muncul. Karena itu saya fokus mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Saat saya siap, saya merasa tak ada yang bisa menghentikan saya. Itu mindset saya untuk musim ini.”
Pelajaran terpenting yang ia ambil?
“Jangan melakukan lebih dari yang diperlukan. Kadang kita ingin melakukan terlalu banyak, di motor dan dalam hidup. Tapi hasilnya justru tidak maksimal. Kadang lebih baik finis kedua daripada memaksakan diri. Itu pelajaran terbesar dari musim lalu.”
Cedera Fisik dan Beban Mental
Martin mengakui musim lalu sangat berat, baik secara fisik maupun mental.
“Cedera membuat segalanya lebih sulit. Saat fisik bermasalah, mental ikut terganggu. Tapi keduanya saling berkaitan. Jika fisik siap, mental juga ikut siap. Sekarang mungkin saya di 80 persen, tapi target saya adalah 100 persen saat balapan di Thailand.”
Rivalitas Sehat dengan Bezzecchi
Musim 2026 akan mempertemukan Martin dengan Marco Bezzecchi, yang tampil impresif musim lalu.
“Marco memulai musim dari posisi berbeda, tapi saya optimistis. Saat saya 100 persen dan menyatu dengan motor, saya siap menang. Memiliki rekan setim yang kuat justru membantu kami menemukan arah yang tepat.”
Fokus pada Feeling, Bukan Sekadar Hasil
Menurut Martin, kunci kebangkitan bukan hanya hasil akhir.
“Bukan soal podium atau posisi finis. Ini tentang feeling dengan motor. Saat saya punya kontrol penuh, semuanya akan lebih mudah—kualifikasi, balapan, hingga peluang menang.”
Masa Depan dan Pasar Pembalap
Terkait bursa pembalap yang biasanya bergerak cepat, Martin memilih fokus.
“Saya tahu nilai saya. Saya tidak perlu membuktikan apa pun ke siapa pun. Saya ingin bertarung lagi karena saya menginginkannya. Saat ini terlalu dini bicara soal pasar, yang penting fokus ke musim ini.”
Kontribusi pada Pengembangan RS-GP26
Meski mengakui bukan faktor utama pengembangan motor, Martin tetap memberi masukan penting.
“Ada dua atau tiga aspek krusial yang saya dan Marco dorong. Aprilia mendengarkan, dan kami sudah mencobanya di Valencia. Saya yakin itu akan membantu performa motor dan gaya balap saya.”
Terinspirasi dari Marc Marquez
Nama Marc Marquez tak luput dari pembahasan. Kembalinya Marquez ke performa puncak setelah cedera menjadi sumber motivasi besar bagi Martin.
“Marc adalah contoh yang bagus bagi kami semua. Dia pembalap terbaik saat ini dengan banyak gelar dunia. Dia membuktikan bahwa comeback itu mungkin. Melihat kisahnya, saya semakin yakin saya juga bisa melakukannya.”
Lebih Solid dari Tahun Lalu
Menutup wawancara, Martin menilai situasi tim kini jauh lebih matang.
“Kami saling mengenal lebih baik. Tahun lalu saya hanya ikut enam atau tujuh balapan, bahkan masih ada anggota tim yang belum saya kenal. Sekarang hubungannya jauh lebih kuat. Saya percaya pada tim ini, dan saya akan memberikan segalanya untuk membawa Aprilia ke puncak.”
Jika kamu mau, saya bisa: