elangjalanan.com/ – Salam sobat readers, mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, akhirnya buka suara mengenai alasan di balik performa buruknya pada musim 2019 bersama Repsol Honda serta keputusannya untuk pensiun dini di usia 32 tahun. Dalam wawancara di “Jordi Wild Podcast” pada akhir tahun lalu, Lorenzo mengungkap bahwa skandal pajak berkepanjangan di Spanyol menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi mental dan fisiknya.
Lorenzo, yang kini berusia 38 tahun, menjelaskan bahwa konflik hukum dengan otoritas pajak Spanyol telah menyedot energi dan fokusnya pada musim terakhir kariernya di MotoGP. Sengketa tersebut menuntutnya membayar hingga 35 juta Euro dalam bentuk pajak tertunggak, sebuah proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun dan jauh dari lintasan balap.
Tekanan Mental dan Dampak Kesehatan
Dalam podcast tersebut, Lorenzo mengaku mengalami tekanan psikologis berat, termasuk stres berkepanjangan yang bahkan menyebabkan kerontokan rambut dan janggut. Ia baru dinyatakan bebas dari tuduhan melalui putusan pengadilan pada 2021 dan 2023.
“Masalah dengan otoritas pajak adalah salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk pensiun,” ujar Lorenzo secara terbuka.
Sengketa Soal Domisili Pajak
Kasus ini berpusat pada tuduhan bahwa Lorenzo tidak benar-benar menjadikan Lugano, Swiss, sebagai tempat tinggal utamanya, melainkan hanya menggunakannya untuk menghindari kewajiban pajak di Spanyol. Otoritas pajak mempertanyakan klaim tersebut setelah sebuah video promosi Yamaha bersama sponsor Monster Energy pada Desember 2013 silam menampilkan secara detail rumah mewah Lorenzo di dekat Barcelona.
Hunian tersebut digambarkan memiliki empat kamar tidur, lima kamar mandi, pusat kebugaran besar dengan dua kolam renang berpemanas, sauna, jacuzzi, dua ring tinju, kolam renang luar ruangan, bioskop pribadi, serta pemandangan Laut Mediterania. Di dalam rumah itu juga tersimpan dua motor Yamaha M1 juara dunia musim 2010 dan 2012, serta sebuah Mercedes Gullwing di garasi.
Paparan tersebut memicu kecurigaan penyidik pajak terkait klaim Lorenzo yang menyebut apartemen sederhana di Lugano sebagai pusat kehidupannya.
Insiden Perampokan dan Apartemen di Swiss
Video tersebut juga berdampak negatif, karena menarik perhatian pelaku kejahatan. Rumah mewah Lorenzo dilaporkan dibobol pencuri setelah properti tersebut dikenal publik.
Apartemen Lorenzo di Swiss sendiri diperoleh melalui rekannya, Giovanni Cuzari, sosok kontroversial yang pernah memimpin tim Forward Racing dan juga tersandung masalah hukum. Bahkan, apartemen tersebut sempat terbakar menjelang penyelesaian pembangunan, yang memicu spekulasi media terkait kemungkinan aksi balas dendam dari pihak tertentu.
Kemenangan Hukum Terakhir pada 2023
Puncaknya terjadi pada awal Januari 2023, ketika Lorenzo meraih kemenangan hukum penting di Pengadilan Administratif Regional Catalonia. Pengadilan menyatakan bahwa pada tahun pajak 2016, Lorenzo bukan penduduk Spanyol, melainkan residen Swiss, sehingga ia tidak wajib membayar pajak di negara asalnya.
Sebagai bagian dari pembelaan, Lorenzo menyebut kepindahannya ke Lugano bertujuan untuk dekat dengan markas Yamaha MotoGP di Gerno di Lesmo, Italia, sekaligus menunjang program latihan minibike di area yang luas.
Bantahan dan Klaim Pembayaran Pajak
Dari sumber lain, Lorenzo juga menegaskan bahwa ia selalu membantah tuduhan penggelapan pajak. Ia mengklaim telah membayar seluruh kewajiban pajak yang diminta, bahkan menyebut telah melakukan pembayaran berlebih dan kini menuntut pengembalian dana dalam beberapa kasus dari otoritas Spanyol.
Last, dengan pengakuan terbuka ini, Lorenzo memberikan gambaran jelas bahwa tekanan di luar lintasan, khususnya persoalan hukum dan mental, memainkan peran besar dalam berakhirnya karier salah satu pembalap tersukses di era MotoGP modern.