elangjalanan.com/ – Salam sobat readers, Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi meluncurkan pedoman terbaru terkait penilaian dan penanganan gegar otak (concussion) yang akan diterapkan di seluruh level kompetisi balap motor, termasuk MotoGP.
Sebagai badan pengatur MotoGP, FIM untuk pertama kalinya merilis panduan khusus mengenai asesmen dan manajemen gegar otak bagi pembalap. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya perhatian dunia olahraga terhadap dampak jangka panjang cedera kepala berulang terhadap kesehatan atlet.
Gegar otak umumnya terjadi akibat benturan keras pada kepala, kondisi yang memiliki risiko tinggi dalam olahraga balap motor, terutama saat pembalap mengalami kecelakaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penanganan gegar otak di dunia balap motor—termasuk MotoGP—dinilai masih belum optimal. Sejumlah pembalap bahkan sempat menunjukkan gejala gegar otak, tetapi tetap dinyatakan layak untuk kembali balapan.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, FIM memperkenalkan edisi perdana Concussion Assessment and Management Guidelines, yang menjadi topik utama dalam FIM Medical Summit yang digelar di Lyon pada 2024.
Menurut FIM, pedoman baru ini “menyediakan prosedur yang jelas, konsisten, dan spesifik untuk olahraga balap motor dalam melakukan penilaian, penanganan, serta proses kembali bertanding setelah mengalami gegar otak.”
Presiden FIM, Jorge Viegas, menegaskan bahwa keselamatan pembalap merupakan fondasi utama keberlanjutan olahraga balap motor.
“Menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama adalah kunci bagi perkembangan berkelanjutan olahraga balap motor. Dengan diperkenalkannya pedoman gegar otak ini, FIM mengambil langkah tegas untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan pembalap tetap menjadi pusat dari setiap keputusan yang kami ambil,” ujar Viegas.
“Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab kami untuk terus mengembangkan olahraga ini secara aman, terstruktur, dan berbasis ilmu pengetahuan, demi melindungi pembalap saat ini sekaligus membangun masa depan balap motor yang lebih kuat dan berkelanjutan di seluruh dunia.”
Senada dengan itu, Direktur Medis FIM sekaligus Direktur FIM International Medical Commission, Dr. David McManus, menyebut pedoman ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan perlindungan bagi pembalap.
“Pedoman ini merupakan hasil dari riset mendalam, konsultasi dengan para ahli, serta kolaborasi bersama federasi nasional dan cabang olahraga lainnya. Edukasi dan peningkatan kesadaran menjadi aspek penting, sehingga pedoman ini akan didukung oleh program edukasi khusus bagi pembalap, tim, ofisial, dan federasi,” jelasnya.
Meski menjadi langkah positif dalam peningkatan standar keselamatan di MotoGP dan balap motor secara umum, pedoman ini saat ini belum disertai dengan sistem penerapan yang bersifat wajib di seluruh kejuaraan.